PENGARUH TIDUR TERHADAP JERAWAT

Diposkan oleh FERI KURNIAWAN on Senin, 20 Juni 2011

Secara tidak langsung istirahat apalagi tidur dapat mempengaruhi jerawat,istirahat yang kurang atau waktu tidur anda yang sedikit dan tidak berkualitas dapat meningkatkan resiko wajah untuk berjerawat.

Tidur itu seperti, makanan air dan udara. Merupakan kebutuhan tubuh dan tidak dapat ditawar lagi. Bahkan begitu pentingnya tidur bagi tubuh,jika seseorang mengalami kekurangan tidur secara ekstreme bisa mengakibatkan kematian.

Saat tidur adalah waktu yang diperlukan tubuh untuk melakukan maintenance. Dengan tidur, tubuh akan terbantu untuk melakukan perbaikan secara fisik maupun mental, selain mengurangi stres dan memulihkan tenaga, tidur juga akan membantu tubuh melakukan detoks.

Tidak ada ketentuan berapa lama waktu yang dibutuhkah untuk tidur. Tapi yang penting adalah kualitas tidur. Itulah mengapa ada orang yang hanya tidur 5 jam malam harinya, tapi saat bangun terasa sangat berenergi, dan ada orang yang tidur sudah 10 jam tetapi mengalami kelelahan setelah bangun serta tidak memiliki energi.

Efek negatif dari kurangnya tidur terhadap kesehatan.

• Peningkatan inflamasi ( penyebab yang utama di belakang jerawat)
• Peningkatan resistensi insulin (meningkatkan produksi sebum)
• Meningkatkan stress

Ketiga hal tersebut merupakan pemeran utama penyebab timbulnya jerawat dan masih banyak lagi efek negatif dari kekurangan tidur. Jadi mengapa kita harus mengurangi tidur, karena tidur adalah kegiatan yang sangat mudah untuk dilakukan. Begitu sangat mudah anda memanfaatkan kekuatan tidur, hanya dengan merebahkan kepala di bantal yang empuk, lalu bermimpi indah. Nanti anda dapat melihat terjadi perubahan besar-besaran terhadap kesehatan tubuh serta kulit. Tapi tentu saja harus dengan tidur yang berkualitas.
More aboutPENGARUH TIDUR TERHADAP JERAWAT

JERAWAT, HORMON, DAN GAYA HIDUP

Diposkan oleh FERI KURNIAWAN on Kamis, 02 Juni 2011

Berikut sedikit kutipan dari salah satu website yang dimiliki seppo pussa mengenai jerawat. sebelumnya bagi yang belum mengenal seppo pussa, ia adalah orang yang pernah mengalami jerawat, dan telah berhasil mengatasi jerawatnya dengan metode yang telah teruji.

Saya sering mendapatkan email dari orang-orang yang bertanya mengenai pengaruh hormon terhadpat jerawat.

Mereka sering bertanya kepada saya, apakah jerawat akibat hormon dapat diatasi? Mereka sering berasumsi bahwa jerawat mereka diakibatkan oleh hormon yang tidak seimbang. Jadi dengan metode perubahan gaya hidup, merupakan hal yang percuma untuk dilakukan. Toh jerawat yang dialami diakibatkan oleh hormon yang kacau, dan bukanlah diakibatkan oleh penumpukan racun dalam tubuh atau kondisi tubuh yang tidak sehat akibat dari pola yang tidak sehat juga.

Namun perlu anda ketahui bahwa asumsi seperti itu adalah salah besar.Memang benar hormon adalah salah satu mesin dari sekian banyak mesin lainnya untuk memproduksi jerawat. dan ketidakseimbangan hormon memicu kulit untuk memproduksi sebum lebih banyak, serta dapat menimbulkan penyumbatan pori-pori.

Sialnya adalah mengapa kebanyakan orang tidak pernah ingin tahu apa penyebab hingga adanya kesalahan yang menyebabkan hormon menjadi tidak seimbang. Pernahkan anda berfikir mengapa terjadi ketidakseimbangan hormon dalam tubuh, mengapa tubuh memproduksi hormon tertentu dalam jumlah besar, sedangkan hormon yang lainnya tidak memenuhi kebutuhan tubuh.

Pada dasarnya masalah yang menyebabkan hormon berlebihan atau hormon yang kurang adalah, organ yang memproduksi hormon itu sendiri.

Untuk memproduksi hormon dalam jumlah tertentu organ membutuhkan asupan nutrisi yang cukup dan seimbang. Namun gizi yang kurang serta kurangnya kemampuan tubuh selama masa penyerapan gizi menurun akibat racun dan zat-zat kimia, menyebabkan masalah pada fungsi organ penghasil hormon. Stress, kurang olah raga, serta istirahat yang sedikit juga memiliki kontribusi.

Bahan sintetis, logam berat, juga dapat menjadi masalah. Zat-zat tersebut bisa merusak sel-sel dalam tubuh, termasuk sel organ penghasil hormon sehingga level hormon pun ikut terpengaruh.

Namun begitu, kita tidak begitu saja dapat menghindari semuanya. Hampir semua makanan yang kita konsumsi sekarang ini telah terkontaminasi dengan bahan-bahan berbahaya, daging yang kita makan sudah terkontaminasi akibat dari zat kimia yang ditambahkan dalam makanan sapi, sayuran telah terkontaminasi dengan pestisida, kita tidak akan pernah mampu untuk menghindari semuanya.

Kabar baiknya adalah, tubuh mampu untuk bertahan terhadap hal-hal tersebut hanya jika level zat-zat kimia yang berbahaya masih dalam batas toleransi. Nah untuk mengatasinya adalah hindarilah sumber-sumber utama makanan yang berbahaya, kebanyakan sumber utamanya adalah makanan olahan pabrik dengan berbagai bahan kimia agar rasa yang lebih enak serta lebih tahan lama. Serta ubahlah pola hidup menjadi pola yang sehat, hal ini bertujuan membantu tubuh untuk mengeluarkan racun serta memperbaiki organ-organ yang telah rusak.

Sekarang anda sudah tahukan bagaimana hubungan antara jerawat, hormon serta pola hidup. Mengapa hormon menjadi tidak seimbang, serta bagaimana solusi yang tepat untuk mengatasinya.

More aboutJERAWAT, HORMON, DAN GAYA HIDUP

JERAWAT TIDAK BISA DIOBATI

Diposkan oleh FERI KURNIAWAN on Senin, 23 Mei 2011

Sudah berapa kali anda melakukan pengobatan untuk mengatasi jerawat, sudah berapa produk cream anti jerawat serta obat yang anda konsumsi untuk mengobati jerawat, sudah berapa kali anda gagal. Pernahkah anda menemukan produk yang benar-benar bisa mengobatai jerawat.

Sesuai dengan judul posting ini, memang begitu adanya, kabar buruk bagi penderita jerawat bahwa jerawat sampai sekarang tidak pernah bisa diobati, tapi kabar baiknya jerawat bisa disembuhkan.

Pada dasarnya produk yang anda gunakan sekarang hanya bersifat semu, tidak benar-benar mengatasi jerawat langsung dari sumbernya. Bahkan produk yang paling ampuh pun hanya bisa mengatasi selama anda menggunakannya, tapi setelah anda tidak menggunakannya lagi, maka jerawatpun kembali hadir di permukaan kulit. Terlebih produk topikal, seperti cream anti jerawat atau pengobatan dokter lainnya yang dioleskan ke wajah. Karena produk topikal tidak mengatasi jerawat dari sumbernya. Begitu juga obat-obatan, seperti antibiotik. Jadi jangan pernah percaya bahwa produk topikal bisa menyembuhkan anda walaupun itu dari bahan alami.

Pernahkah anda berfikir, mengapa ada orang yang selalu rajin merawat kulit wajah, membersihkan wajah, selalu menggunakan produk topikal, malah bisa berjerawat. Sedangkan orang yang tidak memperhatikan kesehatan kulit wajah, malah memiliki kulit yang cemerlang. Hal ini disebabkan oleh satu alasan, yaitu karena masalah kulit berjerawat bukanlah masalah pada permukaan kulit, tapi masalah pada kesehatan tubuh anda. Oleh sebab itu mengapa produk topikal tidak benar-benar mampu untuk mengatasi jerawat.

Tubuh memiliki kemampuan self healing, yaitu dimana kemampuan tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri, coba anda perhatikan mengapa orang yang terluka dan berdarah kemudian darahnya mengering dan bagian yang terluka kembali utuh, mengapa darah2 yang keluar menjadi kering dan membentuk benang-benang fibrin menutup permukaan kulit yang terluka. Nah, itulah salah satu contoh dari self healing.

Dan begitu juga jerawat, tubuh juga mampu untuk menyembuhkannya. Cuma penyebab sulitnya tubuh mengatasi jerawat adalah banyaknya faktor penghambat self healing. Dan banyak faktor pendukung munculnya jerawat. Nah untuk mengatatasi hal tersebut ubahlah kondisi tersebut. Kurangilah faktor penghambat self healing, dan tambahlah faktor penghambat jerawat. Dan yang paling utama untuk mengubahnya dalah perbaikilah pola hidup, menjadi pola hidup yang lebih sehat.

Tapi sebelumnya ditekankan bahwa saya tidak menyarankan untuk menghentikan penggunaa produk topikal, karena hal ini tetap membantu anda untuk mengatasi jerawat lebih instan walaupun bersifat semu. Dan pilihlah produk topikal yang alami agar nantinya tidak timbul efek samping yang tidak diharapkan. Atau yang lebih aman gunakanlah bahan2 alami buatan sendiri. Dan yang utama adalah mengubah pola hidup sehat.
More aboutJERAWAT TIDAK BISA DIOBATI

JERAWAT, RESISTENSI INSULIN DAN HORMON

Diposkan oleh FERI KURNIAWAN on Minggu, 22 Mei 2011

Diet, walapun tidak memiliki kontribusi lansung terhdap jerawat, tetapi diet memiliki hubungan tidak lansgung yang berdampak besar terhadap jerawat, itulah sebabnya mengapa setiap ahli kesehatan kulit selalu menyarankan diet yang baik bagi penderita jerawat.

Orang dengan kecenderungan untuk jerawat telah terbukti mengalami insulin resistan. Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh pankreas untuk mengatur metabolisme karbohidrat secara sederhana mengatur kadar gul dalam darah, serta berperan dalam metabolisme protein dan metabolisme lemak. Insulin mengatur cara sel-sel kita menggunakan energi yang tersedia dalam aliran darah - sehingga insulin membuat hati dan sel-sel lemak (jaringan adipose) mengambil di beberapa glukosa dalam aliran darah dan menyimpannya sebagai lemak.

Orang dengan resistansi insulin lebih cenderung untuk melepaskan insulin dalam jumlah banyak kedalam darah. Karena kadar glukosa dalam darah yang tinggi sedangkan insulin tidak mampu merespon dengan baik dan tidak mampu menurunkan kadar gula,hingga pankreas mulai memproduksi lebih banyak lagi insulin. Efek samping dari banyaknya jumlah insulin yang dilepaskan ini adalah aktifnya kelenjar sebasea untuk memproduksi sebum, yang menciptakan lingkungan bagi bakteri untuk hidup dan menyebabkan jerawat.

Jadi, bagi mereka dengan resistensi insulin, disarankan untuk melakukan diet karbohidrat seperti roti putih, gula, dan makanan manis, mungkin menjadi masalah. Jenis-jenis karbohidrat yang dicerna cepat dan memasuki aliran darah dengan cepat. Biasanya, insulin memicu tubuh akan menghilangkan kelebihan orang gula darah ke dalam sel. Tapi dengan resistensi insulin, mereka bertahan lebih lama dalam darah, serta menyebabkan tubuh untuk memiliki tingkat insulin dalam darah. Namun perlu diingat resistensi insulin tidak disebabkan oleh makanan dengan kadar gula yang tinggi. Tapi kebiasaan diet yang buruk serta pola hidup yang tidak sehat.

Hal ini penting untuk penderita jerawat, terutama perempuan, dalam kelebihan insulin dapat menyebabkan tingkat yang lebih tinggi hormon laki-laki yaitu hormon androgen yang dipercaya memiliki kontribusi besar terhadap tumbuhnya jerawat.

Dalam studi lain, para peneliti melibatkan karbohidrat dengan kadar yang tinggi (seperti roti dan sereal) pada remaja yang. Dari hasil penelitian didaptkan bahwa remaja yang mengkonsumsi karbohidrat dalam jumlah tinggi mengalami jerawat lebih parah dari pada yang tidak mengkonsumsi karbohidrat. Berikut alasan yang sama, mereka menyarankan bahwa tingkat tinggi gula darah meningkatkan tingkat insulin dan insulin growth factor (IGF-1), yang mengakibatkan kelebihan produksi hormon laki-laki. Hormon laki-laki ini kemudian memicu wabah jerawat. Dan akibat lain dari (IGF-1) mendorong pertumbuhan sel-sel kulit meningkat (keratinosit) meningkat, walupun sel kulit yang lama belum mati, yang menyebabkan sulitnya sel kulit lama yang belum mati untuk lepas, hingga menyumbat pori-pori
More aboutJERAWAT, RESISTENSI INSULIN DAN HORMON

ShareThis